Digelar selama sebulan penuh, mulai 31 Agustus hingga 28 September 2025, SBY Art Community lahir dari gagasan Presiden Indonesia k-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Nantinya, sebanyak 31 karya lukis bertema perdamaian, keberlanjutan, dan harapan lintas generasi dipamerkan di pameran ini.
Menariknya, selain berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, pameran ini juga melibatkan kolaborasi empat institusi seni, yaitu FSRD ISI Yogyakarta, FSRD ISI Surakarta, FSRD ITB, dan FSRD IKJ, Bersama empat pelukis professional independen.
Ketua Koordinator SBY Arti Community, Ediwan Prabowo, mengatakan bahwa pameran ini bukan hanya sekadar pertunjukan karya seni, tapi juga bentuk kolaboratif nyata.
"Pameran ini bukan hanya menghadirkan karya seni yang menarik, tetapi juga sebuah perjalanan reflektif dan kolaboratif. Setiap karya seni ini dibuat khusus untuk mengusung tema besar "Art for Peace and a Better Future"," ujar Ediwan, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Jumat (29/8).
Di kesempatan yang sama, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekonomi Kreatif, Dadam Mahdar, mengatakan bahwa pameran ini menjadi salah satu lokomotif geliat, bagaimana seni rupa melalui lukisan bisa memperlihatkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat.
"Pameran menghadirkan seniman lukis sebanyak 21 orang, termasuk ada Presiden RI ke-6 sendiri dengan delapan lukisannya, kita bisa saksikan selama 1 bulan sampai nanti akhir September. Merupakan juga kegiatan pameran yang agak berbeda, dengan lukisan yang berukuran besar," jelas Dadam.
Adapun, sorotan utama pameran ini adalah lukisan kolaboratif berukuran 2,5 x 7 meter, hasil kerja bersama SBY dan para pelukis komunitas. Karya ini terinspirasi dari lagu "Save Our World" ciptaan SBY, yang menyerukan penyelamatan bumi dan solidaritas global.
Selain itu, delapan lukisan pribadi karya SBY juga dipamerkan, menghadirkan refleksi personal beliau mengenai perdamaian, kemanusiaan, dan cinta Tanah Air.