
SETELAH musim panen padi berakhir, sebagian petani di kawasan kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, kini beralih menanam palawija. Tanaman pilihan mereka antara lain adalah semangka, kacang tanah dan bawang merah.
Hal itu dilakukan untuk mengisi masa atau waktu senggang menghadapi musim tanam padi rencengan (musim tanam utama) yang diperkirakan mulai bajak sawah pada akhir bulan Oktober mendatang. Apalagi psdausim panen gadu (musim panen kedua) kali ini hasil produksi gabamenurum drastis akibat kekeringan.
"Hasil panen kali ini anjlok karena krisis hujan dan kekeringan. Untuk menutupi kebutuhan keluarga harus memanfaatkan masa senggang menanam palawija sebelum turun bajak sawah menanam padi" tutur Tarmizi, petani asal Desa Dua Paya Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Sabtu (30/8).
Sesuai amatan Media Indonesia, kawasan yang menanam palawija antara lain adalah Kecamatan Peukan Baro, Indrajaya, Simpang Tiga dan Kecamatan Delima. Di kecamatan Peukan Baro dan Indrajaya misalnya, petani lebih memilih menan kacang tanah dan Sangka. Sedangkan di Kecamata Delima petani lebih suka menanam sedangkan dan cabai merah.
Adapun di kawasan Kecamatan Simpang Tiga, mereka lebih luas menanam bawang merah dan cabai merah. Apalagi di kawasan itu sangat cocok untuk dua jenis tanaman pala wija itu.
Dikatakan Tarmizi, selain untuk memutupi kekurangan hasil produksi gabah padi, menanam palawija juga ada daya tarik tersendiri. Misalnya hasil dan keuntungan dari menanam semangkaisalnya lebih besar.
Untuk satu hektare (ha) petani memperoleh untung berkisar 30 hingga 40 juta per kali panen. Lalu waktu menanam hinggaemasuki musim panen hanya berkisar 45 hingga 50 hari.
"Modalnya tidak terlalu besar, kemudian perawatan tidak begitu sulit. Lalu kebutuhan air pun tidak banyak. Lebih cocok di sawah setelah panen padi yang masih ada kelembaban tanah" tutur Ridwan, petani lainnya di Kecamatan Indrajaya. (H-1)