Kemendikdasmen: Dulu Guru Larang Siswa Pakai Kalkulator, Sekarang Era-nya AI

1 month ago 19
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Abid Raihan/kumparan Ilustrasi Talenta Digital di bidang Artificial Intelligence (AI). Foto: Abid Raihan/kumparan

Pemerintah tengah mempersiapkan kurikulum kecerdasan buatan (AI) untuk diterapkan secara bertahap di jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menegaskan bahwa AI akan menjadi alat bantu yang digunakan untuk membangun karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa, bukan untuk menggantikan peran guru.

“Mungkin teman-teman dulu belajar matematika, dilarang sama guru pakai kalkulator. Tapi kita tidak bisa membendungnya. Tapi bagaimana kita menggunakan pemanfaatan teknologi itu secara wise, secara benar, secara ethic,” ujar Yudhis saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (9/7).

Yudhis menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kemendikdasmen tengah melakukan pelatihan coding dan AI yang nantinya menjadi bagian dari kurikulum.

Pelajaran terkait AI akan diajarkan secara bertahap, mulai dari level dasar seperti literasi dan critical thinking, hingga ke level lanjut seperti pengembangan solusi berbasis AI di jenjang SMA atau SMK.

Basic-nya adalah memahami. Jadi istilahnya menggunakan, memahami, kemudian menerapkan sampai mengembangkan,” katanya.

Ia menyebut ada empat tahapan dalam pembelajaran AI: menemukan AI sebagai solusi, memahami dan berpikir kritis, menerapkan secara etis, hingga mengembangkan AI untuk kebutuhan tertentu.

Meski demikian, Yudhis menyebut bahwa regulasi resmi soal kurikulum AI masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kemendikdasmen.

“Kalau aturan terkait dengan AI itu nanti kita tunggu dari kementerian pendidikan,” ucapnya.

Senada dengan Yudhis, Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional (WANTIKNAS) Ilham Habibie menilai bahwa pengenalan AI di sekolah penting untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia.

“Jangan kita melihat AI hanya sebagai mesin yang lebih cepat dan lebih pintar jawab, tapi itu juga bisa membantu kita dalam banyak hal yang lain,” kata Ilham.

“Menjadi kayak asisten kita, orang bilang kayak co-pilot, karena dalam mengendarai pesawat kan ada dua pilot,” tambahnya.

Ia menilai kekhawatiran tentang kesiapan ekosistem Indonesia dalam menerima kurikulum AI terlalu berlebihan.

“Saya kira bukan seperti itu. Itu mungkin berlebihan menurut saya. Karena ini kan tidak berarti menggantikan anak untuk belajar dengan AI, tapi mengerti bagaimana kita menggunakan AI,” pungkasnya.

Read Entire Article