Asia Pasifik Hadapi Ancaman Siber Berkecepatan Mesin hingga Krisis Keamanan API pada 2026

17 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Lanskap ancaman siber mengalami pergeseran fundamental, di mana kecerdasan buatan (AI) otonom kini menjadi senjata utama para peretas untuk meluncurkan serangan berskala besar dengan kecepatan yang melampaui kemampuan respons manusia.

Mengutip laporan Prediksi Cloud dan Security 2026 untuk kawasan Asia Pasifik (APAC) dari Akamai Technologies, Kamis (5/2/2026), efisiensi serangan siber tidak lagi bergantung pada jumlah personel peretas, melainkan pada otomatisasi tingkat tinggi.

Salah satu poin krusial dalam prediksi Akamai adalah kemunculan AI otonom yang mampu memindai kerentanan sistem dan melakukan uji coba titik masuk secara mandiri.

Teknologi ini memangkas siklus serangan yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu menjadi hanya dalam hitungan jam.

Direktur Teknologi dan Strategi Keamanan Akamai, Reuben Koh, menegaskan bahwa tim keamanan siber tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional.

"Para pemimpin perusahaan tidak dapat mengandalkan pertahanan yang bergantung pada kecepatan manusia dalam lingkungan ancaman yang bergerak dengan kecepatan mesin," ujar Koh.

Ia menekankan pentingnya deteksi dan pengendalian ancaman secara real-time untuk menjaga kepercayaan konsumen di pasar digital bernilai tinggi seperti Singapura, Korea, dan Jepang.

Kerentanan API: Titik Lemah Baru Organisasi

Laporan tersebut juga mengidentifikasi Application Programming Interface (API) sebagai vektor serangan utama pada lapisan aplikasi.

Seiring dengan masifnya adopsi perbankan digital dan layanan publik berbasis aplikasi di APAC, celah pada API menjadi pintu masuk yang sangat menggiurkan.

Data mengejutkan menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen organisasi di APAC telah mengalami setidaknya satu insiden keamanan API dalam setahun terakhir. Ironisnya, hampir dua pertiga organisasi mengaku tidak mengetahui API mana saja yang mengirimkan data sensitif mereka.

Kombinasi antara minimnya pengawasan dan otomatisasi AI memungkinkan aktor jahat untuk mengeksploitasi alur API yang rentan secara massal.

Demokratisasi Ransomware

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi puncak dari "demokratisasi" ransomware. Dengan model bisnis Ransomware-as-a-Service (RaaS) dan teknik vibe-hacking yang didukung AI, ambang batas keahlian yang dibutuhkan untuk menjadi penjahat siber kini semakin rendah.

Sektor-sektor kritis seperti keuangan, kesehatan, dan industri teknologi tinggi, khususnya semikonduktor, tetap menjadi target utama.

Namun, Akamai mencatat adanya pergeseran taktik di mana peretas mulai menyasar penyedia layanan terkelola dan vendor rantai pasokan sebagai titik masuk bernilai tinggi untuk melumpuhkan ekosistem yang lebih luas.

Kedaulatan Data dan Keamanan AI Terdistribusi

Di sisi infrastruktur, isu keamanan siber kini beririsan erat dengan kedaulatan digital. Mengikuti jejak Uni Eropa, organisasi di kawasan APAC mulai memprioritaskan portabilitas cloud untuk memitigasi risiko geopolitik dan ketergantungan pada satu vendor tunggal.

Selain itu, tantangan keamanan kini meluas ke seluruh rantai pasokan data AI. Akamai memprediksi adopsi "Firewall AI" akan meningkat pesat.

Teknologi ini berfungsi memeriksa prompt (instruksi) dan respons secara real-time guna mencegah kebocoran data pada model AI yang kini semakin terdistribusi hingga ke tepi jaringan (edge).

Sebagai langkah antisipasi, Akamai merekomendasikan perusahaan atau organisasi untuk segera:

  • Memodernisasi tata kelola API guna menutup celah visibilitas data.
  • Berinvestasi pada kontrol ancaman otomatis untuk menandingi kecepatan serangan berbasis mesin.
  • Memperkuat ketahanan rantai pasokan dengan audit keamanan yang lebih ketat terhadap vendor pihak ketiga.

Infografis Kejahatan Siber (Liputan6.com/Abdillah)

Read Entire Article